MUHAMMAD SURI TAULADAN UMAT

Standar

Image

Apabila kita membicarakan tentang akhlak dan perilaku Rasulullah Saww berarti membicarakan seluruh sifat-sifat terpuji dan dicintai Allah SWT. Sering kita mendengar riwayat yang menceritakan tentang keindahan akhlak mulia beliau. Bahkan tidak sedikit orang mengucapkan kalimat syahadat dan menjadi muslim dikarenakan melihat sifat terpuji beliau yang meluluhkan hati mereka yang sebelumnya keras bagai batu.

Diceritakan dalam sebuah peperangan orang-orang meminta kepada Rasulullah untuk mengutuk musuh-musuh mereka, tetapi Rasulullah mengatakan: “Aku diutus sebagai rahmat dan hidayah, bukan untuk melaknat.” Ini adalah jawaban yang keluar melalui mulut beliau yang suci. Beliau malah mendoakan mereka oleh orang-orang yang diminta untuk dikutuk.

Akhlak Nabi Muhammad Saww yang terpuji bukan hanya ada setelah beliau menjadi seorang rasul, namun jauh sebelum itu beliau telah dikenal oleh masyarakat sebagai orang yang selalu menjaga akhlaknya, memiliki perilaku yang terpuji, amanah, jujur dan dan berbagai sifat mulia lainnya. Riwayat dari anas bin Malik menyampaikan kepada kita bahwa gelar al-Amin telah melekat pada diri Rasulullah Saww sebelum beliau diangkat menjadi seorang rasul karena beliau dikenal sebagai orang yang amanah dan adil.

Salah satu akhlak terpuji beliau adalah hidup dengan sederhana. Sering kita mendengar cerita mengenai kehidupan beliau dilihat dari sisi ini. Bagaimana sederhananya pakaian beliau, rumah beliau dan makanan beliau. Sering kita mendengar riwayat yang menyebutkan bahwa makanan beliau hanya terdiri dari roti gandum dan kurma. Bahkan tidak jarang beliau melewati harinya tanpa mendapatkan makanan tersebut. Beliau menambal sandalnya sendiri dan membeli pakaian dengan harga yang murah sehingga sisa uangnya untuk membeli pakaian untuk beliau berikan pada orang lain. Tetapi yang perlu diingat adalah kesederhanaan beliau ini bukan dilakukan karena dipaksa oleh keadaan. Kesederhanaan ini tidak beliau lakukan karena beliau miskin. Beliau tidak miskin. Beliau mampu mendapatkan apa yang beliau inginkan. Namun  Rasulullah Saww hanya ingin mendekatkan diri kepada kaumnya yang mayoritas fakir dan papa. Beliau ingin hidup berdampingan dengan mereka dan menanggung kesulitan mereka.

Akhlak Rasulullah Saww adalah Al-Quran. Allah SWT menerangkan dalam Al-Quran mengenai perilaku dan akhlak yang baik dan menganjurkan kepada Nabi dan umatnya untuk memperhatikan masalah tersebut. Nabi mengajak umat untuk melakukan penyucian dan pembinaan jiwa serta spiritual. Nabi mengingatkan kepada umatnya mengenai akhlak yang mulia serta dampaknya bagi kehidupan dunia dan akhirat. Beliau bukan hanya mengingatkan umatnya melalui lisan namun langsung mempraktikan akhlaknya yang mulia tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.

Setelah seringnya kita mendengar berbagai kisah dan riwayat kehidupan beliau yang sarat dengan berbagai macam pelajaran akhlak, namun adakah imbasnya bagi kita? Apakah kita telah mencoba mempraktikannya walau hanya satu dari sekian banyak sifat terpuji yang beliau contohkan? Bagaimana kita melihat akhlak dan moral yang semakin hari semakin merosot tajam karena telah melupakan nilai-nilai luhur dari akhlak mulia yang telah beliau ajarkan. Bahkan tidak jarang kita mengaku sebagai umat Muhammad dan mencintainya serta menjadikannya teladan bagi kehidupan kita masih saja melakukan hal-hal yang justru bertentangan dengan apa yang telah Rasulullah Saww contohkan. Sekarang kita lihat masih adakah orang yang mau berusaha untuk hidup sederhana bukan karena disebabkan oleh kemiskinan? Masih adakah orang yang mau memperhatikan tetangganya yang kekurangan seperti Rasulullah Saww memperhatikan kaumnya yang fakir? Atau masih harus terus bertambah lagi jumlah kematian anak-anak yang menderita karena kekurangan gizi? Kapankan seorang pemimpin sadar atas hausnya kekuasaan dan jabatan yang didudukinya sehingga membiarkan orang-orang yang miskin ditelantarkan begitu saja tanpa diberi uang ataupun bantuan makanan? Sampai kapankan para pemimpin-pemimpin negara yang masih saja melakukan korupsi dengan memakan harta dan uang rakyat? Sungguh perbuatan ini sudah diluar batas akhlak manusiawi.

Kita lihat Rasulullah Saww, beliau adalah sosok manusia dan pemimpin yang sempurna yang peduli tehadap kaumnya. Beliau adalah orang yang adil dan bijaksana yang lebih mementingkan orang lain ketimbang mementingkan diri sendiri. Maka perlu dan penting sekali kita membutuhkan pemimpin seperti beliau yang peduli terhadap kehidupan masyarakat. Dimana tindakan dan perilakunya menjadi oase tatkala kita tengah dahaga dipadang kesengsaraan umat. Kita rindu pemimpin yang berakhlak seperti akhlak Rasulullah Saww yang pola hidupnya lebih papa daripada rakyatnya yang paling miskin, pemimpin yang tidak pernah tidur nyenyak karena khawatir telah merampas hak rakyat, pemimpin yang selalu mengkhawatirkan keselamatan umatnya hingga tarikan nafas yang terakhir. Itulah Muhammad yang berakhlakul karimah yang telah diciptakan Allah sebagai tuntunan dan suri tauladan bagi umatnya. Allah SWT berfirman : “sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah, suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” (QS. 33:21)

Masyarakat sekarang agaknya masih harus bersabar dalam menghadapi berbagai krisis. Mulai dari krisis ekonomi dan politik yang berlarut-larut hingga rusaknya akhlak pemimpin negeri ini. Padahal dua masalah ini merupakan kunci dalam membangun masyarakat yang lebih demokratis, adil dan sejahtera. Karena dengan keadaan ekonomi yang baik dan politik yang tidak gonjang-ganjing masyarakat akan tenang bekerja. Begitu juga jika moralitas pemimpinnya baik maka rakyatnya juga akan memiliki moral yang baik pula. Sebab dalam masyarakat yang masih bersifat berorientasi patron maka keteladanan pemimpin itu muthlak diperlukan. Keteladanan pemimpin inilah yang akan memberikan dorongan perbaikan dalam tatanan masyarakat. Sebagai contoh dalam kehidupan premanisme, khutbah-khuthbah agama tidak berarti apa-apa. Karena bagi mereka yang terlibat dengan kehidupan tersebut penyelesaiannya bukanlah dengan hanya bicara saja, tapi bagaimana masalah mereka dapat terpecahkan dan juga teladan yang baik dari pemimpin dan tokoh agama lainnya jika agama ingin tegak maka para tokoh agama harus memberikan teladan yang benar dan baik disamping aturan-aturan yang tegas dengan disertai sanksi-sanksi, artinya bahwa etika agama juga harus mempunyai sanksi jika ada pelanggaran. Dengan kata lain agama haruslah amat positif dalam perintah-perintah dan larangan-larangan untuk dapat memberikan pengaruh baik yang tetap pada orang yang kurang pengetahuan dan kurang beradab dengan hukum positif.

Agar islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saww mampu hidup dan tersebar luas karena mempunyai ketegasan hukum dan keteladanan pembawa risalahnya. Coba kita bayangkan, pada waktu Rasulullah Saww memulai dakwah islam, keadaan masyarakat waktu itu adalah jahiliyyah. Pada waktu itu, dikalangan orang arab terdapat para penyembah berhala. Namun demikian, dengan kesabaran dan keteladanannya, beliau berhasil mengantarkan islam pada kemenangan, sukses agama islam pada abad ketujuh masehi dan penyebarannya yang cepat dan mengagumkan dipermukaan bumi, disebabkan karena Muhammad mengakui kebutuhan asasi sifat manusia yang terdapat dalam ketentuan-ketentuan hukum ajaran islam.

Kehadiran Rasulullah Saww ditengah puing-puing moral dan sosial adalah berusaha untuk mengintegrasikan upacara menyembah Tuhan dan mengingatkan manusia pada kewajibannya yang dapat membawa manusia pada pertumbuhan spiritual. Dan dengan berhasilnya mengangkat bangsa-bangsa yang rendah derajatnya ketingkat moral masyarakat yang lebih tinggi. beliau membuktikan pada dunia betapa pentingnya suatu sistem yang positif. Beliau mengajarkan kita hidup sederhana, menahan nafsu, dermawan, hidup adil dan persamaan sebagai perintah-perintah Allah SWT. Dan yang mana bahwa manusia itu sama dan memiliki sifat sosialis.

Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa islam mempunyai dasar-dasar landasan pokok diantaranya: 1). Kepercayaan bahwa Tuhan itu Esa, tidak berwujud benda, kuasa, Maha Penyayang dan Maha Maha Pengasih. 2). Kedermawanan dan rasa bersaudara diantara manusia. 3). Menaklukan hawa nafsu. 4). Mencurahkan rsa syukur kepada pemberi segala kebaikan. 5). Manusia bertanggung jawab atas amal perbuatannya dalam kehidupan sesudah ini. Lima prinsip dasar ini merupakan konsepsi besar dan mulia yang dinyatakan dalam Al-Quran.

Semua nilai-nilai itu bisa terwujud dalam masyarakat karena keteladanan Muhammad Saww. Namun jika kita lihat keadaan umat islam sekarang ini, amat jauh dari nilai-nilai yang diajarkan pembawa risalahnya. Semua terjadi karena adanya pengaruh-pengaruh jelek  para pemimpin yang telah merusak sari kembang agama yang benar dan semangat pengabdian yang tulus.

Begitu pula ketertinggalan kaum muslimin dalam ilmu pengetahuan, hal ini sebabkan karena adanya kebekuan yang terjadi dalam masyarakat islam sekarang, terutama disebabkan karena pengertian yang  telah merusak dalam pikiran orang islam umumnya bahwa hak untuk mempergunakan pertimbangan pribadi telah terhenti dengan ahli-ahli hukum awal, bahwa penggunaan dimasa modern adalah dosa. Dan elemen-elemen dinamis yang dahulu menggerakan orang-orang islam masih tetap hidup dan bertahan, hanya menunggu saat yang baik untuk dimunculkan kembali secara kreatif. Kemunculan itu tidaklah datang dengan sendirinya, maka umat islam harus bekerja keras dan mencontoh akhlak Nabi Muhammad Saww sebagai suri tauladan umat yang pada bulan ini kita memperingati maulidnya.

Semoga kita semua bisa meneladani akhlak Rasulullah Saww dalam kehidupan kita sekarang ini. Sehingga menjadikan diri kita berakhlak Muhammadi. (Rohimat,santri Darut Taqrib)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s